Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Wisata SEO Sadau

>> Jumat, 19 Juni 2009


Wisata SEO Sadau adalah sebuah kontes yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Tarakan (Kalimantan Timur). Menurut informasi di situs penyedia kontes SEO tersebut diselenggarakan dengan maksud untuk memperkenalkan budaya dan pesona wisata Tarakan. Semoga dengan kontes Wisata SEO Sadau tersebut kita bisa lebih mengenal dan mencintai budaya-budaya wisata daerah. Sekalipun saya terlambat mengetahui informasi ini, tetapi coba-coba ikut merasakan bagaimana ketatnya memperebutkan posisi 10 besar SERP Google, dan yang lebih penting lagi mudah-mudahan bisa dapat pelajaran berharga dari kontes SEO ini.

Kontes tersebut berlangsung cukup lama, sekitar 5 bulan. Akan berakhir nanti bersamaan dengan hari kemerdekaan Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus 2009. Pemenangnya adalah para blogger yang dapat menempati posisi-posisi teratas di google.co.id dengan kata kunci Wisata SEO Sadau. Buat teman-teman blogger yang ingin mencoba menerapkan teknik seo, ditunggu partisipasinya di kontes SEO tersebut. Adapun hadiah bagi para pemenang kontes ini adalah sebagai berikut:


Hadiah Pertama : Rp 500.000,00-
Hadiah Kedua : Rp 300.000,00-
Hadiah Ketiga : Rp 100.000,00-
Harapan Pertama : Rp 50.000,00-
Harapan Kedua : Rp 50.000,00-

Read more...

1 Dari 4 Pria di Afsel Pernah Perkosa Wanita

 1 Dari 4 Pria di Afsel Pernah Perkosa Wanita

detikcom - Jumat, Juni 19

Sungguh menyedihkan perilaku kaum pria di Afrika Selatan. Dari 4 pria yang mengikuti survei, 1 diantaranya mengaku pernah memperkosa seorang gadis.


Seperti diberitakan BBC, Kamis (18/6/2009), riset ini dilakukan oleh Lembaga Peneliti Kesehatan Afsel. Tim juga menemukan data, 3 dari 4 pria melakukan pemerkosaan di usia remaja.

Data diperoleh dari sekitar 1.738 pria sebagai sampel. Lokasi survei berada di wilayah KwaZulu-Natal dan Provinsi Timur Capetown. Riset juga dilakukan terhadap masyarakat kota dan desa serta seluruh ras.

Hasil perhitungan menunjukkan, 73 persen responden mengaku pernah melakukan pemerkosaan sebelum berusia 20 tahun. Lebih dari 50 persen bahkan melakukannya lebih dari satu kali.

"Kami ingin merubah pandangan terhadap wanita di sini yang sebelumnya hanya sebagai objek seks menjadi rekan sosial," kata seorang tim peneliti.

Pemerintah Afsel sebelumnya sudah diminta pertanggungjawaban terkait tingginya angka pemerkosaan ini. Namun tidak ada respons yang berarti. Bahkan laporan terakhir menyebutkan, pemerkosaan juga sudah menimpa anak-anak. Hampir setiap 3 menit ada anak yang dilecehkan di negara penghasil berlian tersebut.


Sumber : id.yahoo.com

Read more...

Malware di ATM curi PIN

Sejumlah ATM (anjungan tunai mandiri) yang Operating Systemnya menggunakan Windows XP disebutkan rentan terhadap serangan otomatis dari malware yang dapat mencuri nomor rekening bank dan PIN. Di Eropa Timur, beberapa varian software jahat telah ditemukan di mesin-mesin uang yang di-hack. Demikian dilaporkan lembaga insecurity Trustwave Spiderlabs.


Tidak dirinci bagaimana ATM-ATM itu terinfeksi, tetapi kelihatannya malware itu disandi (encode) pada sebuah kartu yang dapat disisipkan dalam sebuah ATM card reader yang me-mount serangan buffer overflow. Mesin ini terpapar dengan mengganti file isadmin.exe yang menginfeksi sistem.


Program isadmin.exe yang jahat kemudian memanfaatkan Windows API untuk memasang kode serangan. Caranya, dengan mengganti sistem file yang bernama lsass.exe dalam direktori C:-WINDOWS.

Begitu program jahat lsass.exe diaktifkan, program akan mengumpulkan nomor-nomor rekening dan PIN. Program lalu menunggu kendali manusia untuk menyisipkan kartu yang sudah dimanipulasi untuk mengambil alih ATM.

Setelah ATM ditempatkan di bawah kendali manusia penyerang, mereka dapat melakukan berbagai fungsi. Ini termasuk memanen data hasil curian atau bahkan mengeluarkan kotak uang.

Laporan Trustwave ditutup dengan kesimpulan, "Sangat merekomendasikan SEMUA lembaga finansial yang memiliki ATM untuk melakukan analisis lingkungannya guna mengenali apakah ada malware ini atau malware yang serupa.” Tentu saja, terserah pada lembaga finansial apa yang akan mereka lakukan setelahnya.

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP